Pabrik Mie Gajahmada Di Dumai Terus Melegendaris

Administrator - Senin, 23 Januari 2023 11:16 WIB
Pabrik Mie Gajahmada Di Dumai Terus Melegendaris
tanjakberita.com -Siapa yang tidak kenal dengan keberadaan pabrik Mie Rumahan di Jalan Gajahmada Kota Dumai.Pabrik Mie yang sudah melegendaris ini merupakan usaha keluarga turun-temurun yang telah berdiri sejak tahun 1968 dan sampai saat ini masih tetap bertahan dan terus beroperasi.

Kalangan Warga Dumai sebahagian besar pasti mengetahui keberadaan pabrik Mie yang beralamat di Jalan Gajahmada Dumai, pabrik ini layak disebut legendaris sampai ke Pekanbaru, Bengkalis dan Rokan Hilir hingga ke Manca Negara, seperri Malaysia serta Singapura.

Di pabrik ini tersedia erbagai macam varian Mie diantaranya Mie Kuning, Mie Keping, Mie Ayam, Mie Kering hingga Mie Tiaw basah.

Per harinya pabrik "Mie Gajahmada" memproduksi kurang lebih 1 - 1, 1/2 ton mie untuk memenuhi permintaan pasar lokal Dumai.

Beberapa waktu lalu pabrik ini sempat terguncang dampak pandemi Covid-19 karena adanya kebijakan Pemerintah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang menyebabkan produksi Mie turun 40 persen hingga sampai 50 persen. Namun saat ditangani dengan langkah yang tepat alhasil usaha tetap berjalan dan 15 orang karyawan tetap bekerja tanpa ada satupun yang dikorbankan.

Saat ini Usaha Mie Gajahmada dii kelola oleh Azwar Abenk (58 tahun) yang merupakan generasi ketiga sejak usaha ini dirintis oleh kakek nya yang merupakan Warga keturunan Tiong Hoa Dumai.

Abenk menceritakan bahwa diawal Kakek nya lah yang merintis usaha mie ini yang fokus hanya pembuatan mie kuning saja dan itupun hanya memproduksi beberapa kilo saja untuk per harinya. Berkat ketekunan dan kerja keras aerta doa lah akhirnya usaha ini terus mengalami kemajuan hingga bertahan sampai saat ini.

Hingga saat ini Abenk terus berinovasi, dimana awal Januari lalu telah kembali merilis produk baru Varian Kerupuk. Dimana diantaranya Kerupuk Merah, Kerupuk Putih, Kerupuk Bawang, Kerupuk Ikan dan Udang dengan harapan usaha bisa semakin berkembang serta menyerap tenaga kerja lokal.

Menurut Abenk dalam menjalani usaha apapun pasti ada pasang surutnya oleh karena itu sebagai pelaku usaha harus mencermati situasi Bisnis dengan baik agar ada antisipasi jika ada kemungkinan terburuk. Sementara terkait kompetitor menurutnya itu bukan ancaman yang serous, kita bersaing saja sevara sehat dengan cara memberikan kualitas yang terbaik kepada Konsumen atau Pembeli.

"Menjaga hubungan dengan mitra mitra kita pedagang di pasar traditional dengan jalin kerjasama yang telah lama kami bangun "titip jual" ke mereka, mereka bisa menjual mie kita tanpa modal dan yang mereka setorkan cukup yang terjual saja", tutupnya.

Penulis : Bambang Eka
Editor : Dedi Iswandi

Penulis
: Administrator
Editor
: Administrator
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru