Menyerahkan Diri ke Polda Riau, Ini Wajah Oknum Polisi yang Menghabisi Nyawa Rekannya
Administrator - Kamis, 05 Januari 2023 08:26 WIB
Tersangka WF diamankan di Mapolda Riau
tanjakberita.com -Wido Fernando (35) oknum polisi yang menghabisi nyawa Aiptu Ruslan (48) Banit Provost SPN Polda Riau akhirnya menyerahkan diri dengan diantar oleh pihak keluarganya. usai menyerahkan diri kemarin, oknum polisi itu belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik dan harus menjalani pemeriksaan psikologis dulu.
KapoldaRiau Irjen Pol Muhammad Iqbal melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto membenarkan tersangka sudah menyerahkan diri dan akan menjalani pemeriksaan psikologis sebelum dimintai keterangan oleh penyidik.
" Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan psikologis," ujar Kombes Pol Sunarto kepada wartawan usai Apel Operasi Lilin 2022 di halaman Kantor Gubernur Riau Pekanbaru, Kamis (22/12/22).
Wido Fernando (35) menikam Aiptu Ruslan (48) sebanyak dua liang hingga tewas bersimbah darah di SPN Polda Riau jalan lintas Pekanbaru Bangkinang Km 27. Informasi di lapangan, sebulan sebelum kejadian berdarah ini kabarnya pelaku dan korban pernah cekcok. Namun belum diketahui permasalahan apa yang diributkan.
Kombes Pol Sunarto dikutip dari detakindonesia.co.id sebelumnya kepada wartawan menyebutkan oknum polisi berinisial WF melarikan diri pasca kejadian tersebut dan pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dalam peristiwa ini sudah empat orang saksi diperiksa di Ditpropam Polda Riau di Mapolda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru.
"Ada dua liang bekas tusukan senjata tajam di tubuh korban. Pertama di dada kiri dan kedua di rusuk kiri. Korban sudah dioutopsi," jelas Kombes Sunarto.
Diberitakan sebelumnya, anggota Provost Polda Riau tewas bersimbah darah setelah ditikam rekannya. Pelaku berinisial WF (35) dan korban adalah Aiptu Ruslan (48), Banit Provost SPN Polda Riau.
Dari informasi yang dirangkum di lapangan peristiwa penganiayaan berat terjadi pada Selasa malam (20/12/2022), sekira pukul 19.30 WIB di SPN Polda Riau jalan raya Pekanbaru-Bangkinang Kampar Km 27.
Kejadian ini berawal dari korban mendatangi pelaku yang sedang berjaga di pos penjagaan. Korban memanggil dan menegur pelaku karena tidak ikut apel pembagian tugas kurve.
Pelaku kemudiannmenyampaikan alasannya. Mendengar jawaban itu, korban menyuruh pelaku untuk push up. Tapi pelaku menolak. Keduanya sempat cekcok dan dilerai anggota polisi yang lain. Pelaku dan korban kemudian menuju lapangan apel. Ketika itu, senjata pelaku dilucuti dan disuruh pulang.
Sekitar pukul 19.15 WIB, pelaku datang ke SPN menjumpai Waka SPN Polda Riau. Pelaku menyampaikan perkelahian dengan korban. Waka SPN meminta agar persoalan itu diselesaikan besok karena pihaknya sedang sibuk persiapan pelantikan.
Tak puas dengan jawaban itu, pelaku menemui Kepala SPN Polda Riau. Setelah menghadap, pelaku keluar tanpa pamit berlari menuju penjagaan. Saat itu juga bertemu dengan korban.
Sempat terjadi perkelahian dan Aiptu Ruslan terkapar setelah sebilah pisau kerambit menancap di dada kiri dan melukai rusuk kiri. Saat korban terkapar, pelaku langsung lari keluar SPN membawa lari pisaunya.***
KapoldaRiau Irjen Pol Muhammad Iqbal melalui Kabid Humas Kombes Pol Sunarto membenarkan tersangka sudah menyerahkan diri dan akan menjalani pemeriksaan psikologis sebelum dimintai keterangan oleh penyidik.
" Terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan psikologis," ujar Kombes Pol Sunarto kepada wartawan usai Apel Operasi Lilin 2022 di halaman Kantor Gubernur Riau Pekanbaru, Kamis (22/12/22).
Wido Fernando (35) menikam Aiptu Ruslan (48) sebanyak dua liang hingga tewas bersimbah darah di SPN Polda Riau jalan lintas Pekanbaru Bangkinang Km 27. Informasi di lapangan, sebulan sebelum kejadian berdarah ini kabarnya pelaku dan korban pernah cekcok. Namun belum diketahui permasalahan apa yang diributkan.
Kombes Pol Sunarto dikutip dari detakindonesia.co.id sebelumnya kepada wartawan menyebutkan oknum polisi berinisial WF melarikan diri pasca kejadian tersebut dan pelaku masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Dalam peristiwa ini sudah empat orang saksi diperiksa di Ditpropam Polda Riau di Mapolda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru.
"Ada dua liang bekas tusukan senjata tajam di tubuh korban. Pertama di dada kiri dan kedua di rusuk kiri. Korban sudah dioutopsi," jelas Kombes Sunarto.
Diberitakan sebelumnya, anggota Provost Polda Riau tewas bersimbah darah setelah ditikam rekannya. Pelaku berinisial WF (35) dan korban adalah Aiptu Ruslan (48), Banit Provost SPN Polda Riau.
Dari informasi yang dirangkum di lapangan peristiwa penganiayaan berat terjadi pada Selasa malam (20/12/2022), sekira pukul 19.30 WIB di SPN Polda Riau jalan raya Pekanbaru-Bangkinang Kampar Km 27.
Kejadian ini berawal dari korban mendatangi pelaku yang sedang berjaga di pos penjagaan. Korban memanggil dan menegur pelaku karena tidak ikut apel pembagian tugas kurve.
Pelaku kemudiannmenyampaikan alasannya. Mendengar jawaban itu, korban menyuruh pelaku untuk push up. Tapi pelaku menolak. Keduanya sempat cekcok dan dilerai anggota polisi yang lain. Pelaku dan korban kemudian menuju lapangan apel. Ketika itu, senjata pelaku dilucuti dan disuruh pulang.
Sekitar pukul 19.15 WIB, pelaku datang ke SPN menjumpai Waka SPN Polda Riau. Pelaku menyampaikan perkelahian dengan korban. Waka SPN meminta agar persoalan itu diselesaikan besok karena pihaknya sedang sibuk persiapan pelantikan.
Tak puas dengan jawaban itu, pelaku menemui Kepala SPN Polda Riau. Setelah menghadap, pelaku keluar tanpa pamit berlari menuju penjagaan. Saat itu juga bertemu dengan korban.
Sempat terjadi perkelahian dan Aiptu Ruslan terkapar setelah sebilah pisau kerambit menancap di dada kiri dan melukai rusuk kiri. Saat korban terkapar, pelaku langsung lari keluar SPN membawa lari pisaunya.***
Penulis
: Administrator
Editor
: Administrator
Tags
Berita Terkait
Komentar