Jaga Stabilitas Pembangunan Ekonomi Di Kota Dumai, Polres Dumai Gelar Coffee Morning Bersama Forkompinda, Tokoh Masyarakat Dan Media

Administrator - Senin, 20 Maret 2023 19:49 WIB
Jaga Stabilitas Pembangunan Ekonomi Di Kota Dumai, Polres Dumai Gelar Coffee Morning Bersama Forkompinda, Tokoh Masyarakat Dan Media
tanjakberita.com - Dalam rangka menjaga stabilitas pembangunan ekonomi Kota Dumai, Polres Dumai menggelar Coffee Morning Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama Media dan Tokoh Masyarakat Kota Dumai, Senin (20/3/2023) di Gedung Citra Waspada Polres Dumai.

Dalam kegiatan coffee morning tersebut hadir Walikota Dumai H. Paisal, SKM MARS, Ketua DPRD Kota Dumai Suprianto, S.H, Kapolres Dumai AKBP Nurhadi Ismanto, S.H, S.I.K, Dandim 0320/Dumai Letkol (Arh) Hermansyah Tarigan, S.E, Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (PM) Priatno, S.H, M.H, Dan Sat Radar 232 Dumai Letkol (Lek) M. Fatahillah Possuma, Kepala Kejaksaan Negeri Dumai diwakili oleh Kasi Pidsus Herlina Samosir, S.H, M.H.

Selain itu tampak turut hadir Ketua Komisi III DPRD Kota Dumai Hasrizal, Wakapolres Dumai Kompol Josina Lambiombir, S.H, S.I.K, M.M, para Pejabat Utama Polres Dumai dan para Kapolsek Jajaran Polres Dumai, Kepala OPD se-Kota Dumai, perwakilan Perusahaan Kota Dumai, Ketua PWI Kota Dumai Bambang Rio beserta insan pers Kota Dumai serta tokoh masyarakat dan perwakilan sopir Kota Dumai.

Kapolres Dumai Nurhadi Ismanto, memaparkan terkait perbandingan Gangguan Kamtibmas pada bulan Januari dan bulan Februari 2023.

Dimana pada bulan Januari 2023 kata Kapolres terdapat kejahatan konvensional sebanyak 23 kasus dan kejahatan transnasional sebanyak 2 kasus. Sementara pada bulan Februari 2023 terdapat kejahatan konvensional sebanyak 29 kasus dan kejahatan transnasional sebanyak 12 kasus.

Kemudian terdapat 35 penyelesaian tindak pidana dari 41 jumlah tindak pidana yang terdiri dari tindak pidana penyalahgunaan narkotika, curat, curanmor, pencurian dan sebagainya. Juga terdapat 9 kasus laka lantas dengan total korban meninggal dunia sebanyak 3 orang, luka berat sebanyak 1 orang dan luka ringan sebanyak 13 orang dengan total kerugian materil mencapai Rp 47.200.000. Dan pada bulan Februari Satuan Lalu Lintas Polres Dumai telah memberikan teguran sebanyak 1.592 kali terhadap pelanggar lalu lintas.

Sementara terkait wilayah rawan, jam rawan dan tempat rawan tindak pidana, dijelaskan Kapolres bahwa Kecamatan Dumai Timur merupakan daerah paling rawan, dimana pada bulan Februari 2023 dengan sembilan kasus yang terjadi pada pukul 18.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan tempat rawan tindak pidana yaitu perumahan, jalan umum dan pertokoan.

Tak hanya itu lanjut, AKBP Nurhadi Ismanto. Menuntutnya juga menjelaskan terkait penanganan Karhutla di Kota Dumai pada bulan Februari 2023 terdapat satu titik api dengan luas terbakar 1 hektar dan pada bulan Maret 2023 terdapat tujuh titik api dengan total luas terbakar 3,25 hektar.

"Telah dilakukan penegakkan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan yang terjadi di Jalan Mekar Mulia RT. 010 Kelurahan Batu Teritib, Kecamatan Sungai Sembilan dengan jumlah tersangka satu orang dengan modus operandi membuka lahan untuk tanaman sawit dengan cara dibakar," jelas Kapolres.

Kemudian terkait permasalahan tanah urug ataupun galian C di Kota Dumai, diakui Kapolres telah melakukan pendataan terhadap pengusaha galian C yang sudah ataupun belum memiliki izin di Kota Dumai

"Terdapat beberapa lokasi tempat dilakukannya pengambilan tanah urug di Kota Dumai yaitu berada diwilayah Kecamatan Medang Kampai, Kecamatan Bukit Kapur dan Kecamatan Dumai Selatan," ungkapnya.

Tambah Kapolres lagi, untuk lokasi Obvitnas Sektor Industri, berdasarkan Kepmenperin Nomor 805 Tahun 2017 tentang Obvitnas Sektor Industri terdapat lima perusahaan yang menjadi Obvitnas di Kota Dumai yaitu PT Energi Sejahtera Mas di Kecamatan Sungai Sembilan, PT Naga Mas Palm Oil Lestari di Areal PT Pelindo Dumai, PT Ivo Mas Tunggal di Kecamatan Sungai Sembilan, PT Sari Dumai Sejati di Kecamatan Sungai Sembilan dan PT Wilmar di Kecamatan Medang Kampai.

Dalam pertemuan coffee morning tersebut tampak diisi dengan diskusi dan tanya jawab.

Melalui kegiatan tersebut telah terciptanya sinergitas seluruh Forkopimda, Perusahaan, Tokoh Masyrakat dan semua pihak dalam penanganan Karhutla yang mana Kota Dumai telah membentuk Satgas Penanganan Karhutla dengan kekuatan personil 509 orang yang terdiri dari semua organisasi dan elemen masyarakat.

Kemudian permasalahan galian C ataupun tanah timbun akan dilakukan diskusi lebih lanjut guna kesejahteraan masyarakat dan pembangunan Kota Dumai. Serta seluruh stakeholder siap dan akan selalu mendukung Polres Dumai dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di Kota Dumai.**

Penulis
: Oktaviandi
Editor
: Aston Tambunan
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru