Alamaaaak..., Ribuan Masyarakat Ring 1 Pelindo Dumai Terpapar ISPA dan TBC
Administrator - Rabu, 10 Desember 2025 19:47 WIB
ARUK menyerahkan data dan fakta temuan lapangan di Kawasan Pelindo Dumai kepada Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto, Rabub(10/12/25).
tanjakberita.com -DUMAI-Dinas Kesehatan Kota Dumai mengungkap fakta yang sangat mengejutkan saat pertemuan Pemerintah Kota Dumai bersama Aliansi Rakyat Untuk Keadilan, Rabu (10/12/25) tadi pagi di Gedung Wan Dahlan Ibrahim Komplek Pendopo Sri Bunga Tanjung.
Terhitung Januari hingga menjelang ujung tahun 2025, ribuan masyarakat yang bermukim di kawasan Ring 1 PT Pelindo Regional Dumai terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Tuberculosis (TBC) dan Pneumonia atau infeksi serius pada paru-paru.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Dumai, penderita ISPA setiap bulannya berkisar 400-an Orang, penderita TBC pada tahun 2024 berjumlah 170 orang meningkat menjadi 177 orang hingga November 2025 dan penderita Pneumonia mencapai 85 orang.
Menyikapi sejumlah fakta yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan, Eka Viora Effendi didampingi Kepala Puskesmas Dumai Kota, dr Nia Arandita dan tim di hadapan Wakil Walikota Dumai itu membuat sejumlah aktivis lingkungan dari ARUK terlihat geleng-geleng kepala. Termasuk Wakil Walikota, Sugiyarto yang tak menyangka angkanya sampai sebesar itu.
" Penyakit yang diakibatkan pencemaran lingkungan di kawasan Dumai Kota pasti ada setiap bulannya. Terhitung awal Januari 2025, berkisar 400-an kasus setiap bulannya. Puncaknya pada Oktober kemarin mencapai 1039 kasus ISPA," terang Eka Viora Effendi.
Selain penderita ISPA, disampaikan Eka Viora Effendi juga ada masyarakat yang terpapar TBC dan Pneumonia. Untuk TBC perlu diteliti apakah akibat debu atau lainnya.
" Sedangkan Pneumonia atau penyakit yang menyerang paru-paru hingga Oktober 2025 tercatat sebanyak 30 penderita di Dumai Kota, 35 penderita di Sukajadi, 4 penderita di Laksamana dan 16 penderita di Rimba Sekampung," papar Eka Viora Effendi.
Mendengar pemaparan tersebut, Direktur Lembaga Penggiat Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LP2HP), Fatahudin SH tak mampu menyembunyikan amarahnya.
" Dari data yang ada, pembuktian apalagi yang diminta Pelindo terkait dugaan pencemaran lingkungan yang mereka lakukan. Ribuan warga terpapar ISPA maupun TBC dan penyakit Pneumonia yang menyerang paru-paru, ini sangat luar biasa," tegas Fatahudin, SH, Rabu (10/12/25).
Fatahudin mendesak pemerintah daerah agar memfasilitasi uji labor terkait pencemaran lingkungan yang terjadi dan mengancam kesehatan maupun keselamatan warga.
" Kita sudah suarakan hal ini sejak awal. Ada peningkatan penyakit ISPA, TBC dan lainnya yang dialami warga di Ring 1 Pelindo Dumai. Dampak pencemaran lingkungan sangat bahaya, tapi kita tidak sadar. Kami minta Pemko lakukan uji labor untuk tanah, air dan udara di Kota Dumai," tegas Fatahudin.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Dumai menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) dalam menyikapi isu-isu lingkungan, terutama terkait dugaan pencemaran dan kerusakan ekologi di Kawasan Pelindo Dumai.
Dukungan itu disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto saat menerima rombongan ARUK, Rabu (10/12/25) mulai pagi hingga menjelang siang tadi di Gedung Wan Dahlan Ibrahim Komplek Pendopo Sri Bunga Tanjung Kota Dumai.
" Kami menyampaikan ucapan terimakasih. Program yang sedang dijalankan pemerintah saat ini nyambung dengan pergerakan ARUK. Penanggulan banjir atau pasang rob masuk skala prioritas. Kita akan segera panggil Pelindo, dan kami akan sampaikan hasil pertemuan kita hari ini," ujar Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto dihadapan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan, Rabu (10/12/25).
Saat pertemuan Wakil Walikota Sugiyarto didampingi Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Muhammad Mufarizal, Kepala Dinas PUPR Riau Satrya Alamsyah, Sekretaris Dinas Kesehatan Eka Viora Effendi, Sekcam Dumai Kota Indra, Kepala Puskesmas Dumai Kota dr Nia Arandita, serta para lurah dan staf pemerintah lainnya.
Sugiyarto pada kesempatan itu juga menegaskan pihaknya akan menyampaikan hasil pertemuan bersama ARUK kepada Walikota Dumai, dan akan melibatkan seluruh OPD terkait lain untuk menindaklanjutinya.
" Ini juga akan segera kita laporkan kepada Pak Wali. Keberadaan kawasan perusahaan tidak boleh memberikan dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan. Kehadiran perusahaan sangat kita butuhkan, tapi tentunya perlu keseimbangan agar tidak ada yang dirugikan. Kita siap mendukung penuh perjuangan ARUK," tegas Sugiyarto.
Ditambahkan Sugiyarto, data maupun fakta lapangan berdasarkan temuan ARUK saat Turlap bersama DPRD Dumai sangat bermanfaat guna menyiapkan langkah strategis ke depan. Pengalihfungsian anak sungai dan penyempitan saluran air di Kawasan Pelindo Dumai harus menjadi perhatian serius dan dicarikan solusi terbaik.
" Kapan perlu kita tekankan, perusahaan yang menyelesaikan persoalan itu, atau pemerintah yang menurunkan alat untuk menjebol saluran air bermasalah di Pelindo. Kita akan koordinasi dengan Pak Wali, jika diperintahkan langsung kita eksekusi," tegas Sugiyarto.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR Dumai, Riau Satrya Alamsyah atau akrab disapa dengan panggilan Rio menyampaikan momen perjuangan ARUK sejalan dengan upaya pengendalian banjir yang sedang dilaksanakan.
" Selama ini kita kesulitan untuk masuk ke kawasan Pelindo. Saya pikir perjuangan ARUK ini momen yang sangat pas. Terutama menyangkut box culvert, drainase yang kecil dan saluran air yang berada di bawah bangunan pabrik, gudang atau tanki timbun. Kita akan segera duduk bersama Pelindo, dan nanti hasilnya akan kita informasikan kepada ARUK," ujar Rio, Kadis PUPR Dumai.
Sementara Kadis Pertanahan dan Penataan Ruang, Muhammad Mufarizal atau akrab disapa dengan panggilan Farid menyampaikan dalam revisi RTRW 2025-2045 yang sedang dibahas juga memasukkan usulan pengembalian fungsi sungai.
" Tidak hanya yang berada di Kawasan Pelindo, namun juga termasuk keseluruhan sungai yang sebelumnya ada di Dumai. Kita minta dukungan juga dalam penyusunan yang sedang kita lakukan untuk kepentingan revisi RTRW," ungkap Farid, Kadis Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Dumai.
Lebih lanjut disampaikan Farid, pihaknya sedang menghimpun data, termasuk menemui orang-orang tua yang mengetahui sejarah keberadaan sungai di Dumai.
" Kita akan laporkan kepada Pak Wali, dan sekaligus menyurati Pelindo terkait hilangnya Pulau Ancak. Kapan perlu kita surati KKP jika terbukti ada persoalan di lapangan. Untuk revisi RTRW, kami juga akan menyurati LHK," papar Farid.
Sebelumnya Koordinator ARUK, Riski Kurniawan, ST, MIP saat membuka pembicaraan menyampaikan pertemuan ARUK bersama Pemko Dumai dilakukan ditengah duka dan bencana yang dialami 3 provinsi di Sumatera.
Bencana yang terjadi diakibatkan ulah dan keserakahan manusia. Seenaknya merusak alam dan meluluhlantakkan lingkungan. Bencana juga tidak tertutup kemungkinan terjadi di Dumai jika pemerintah abai terhadap kasus-kasus lingkungan.
" Kami berharap pertemuan hari ini bisa melahirkan sebuah legacy yang akan dikenang di belakang hari. Policy masa lalu, yang kurang arif dalam persoalan lingkungan, hendaknya tidak terulang kembali. Sejumlah kawasan industri, harus benar-benar dikaji dampak lingkungannya. Termasuk Pelindo yang menutup 5 anak sungai, dan dampaknya baru dirasakan hari ini," ujar Riski Kurniawan.(*)
Terhitung Januari hingga menjelang ujung tahun 2025, ribuan masyarakat yang bermukim di kawasan Ring 1 PT Pelindo Regional Dumai terpapar penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), Tuberculosis (TBC) dan Pneumonia atau infeksi serius pada paru-paru.
Menurut data Dinas Kesehatan Kota Dumai, penderita ISPA setiap bulannya berkisar 400-an Orang, penderita TBC pada tahun 2024 berjumlah 170 orang meningkat menjadi 177 orang hingga November 2025 dan penderita Pneumonia mencapai 85 orang.
Menyikapi sejumlah fakta yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan, Eka Viora Effendi didampingi Kepala Puskesmas Dumai Kota, dr Nia Arandita dan tim di hadapan Wakil Walikota Dumai itu membuat sejumlah aktivis lingkungan dari ARUK terlihat geleng-geleng kepala. Termasuk Wakil Walikota, Sugiyarto yang tak menyangka angkanya sampai sebesar itu.
" Penyakit yang diakibatkan pencemaran lingkungan di kawasan Dumai Kota pasti ada setiap bulannya. Terhitung awal Januari 2025, berkisar 400-an kasus setiap bulannya. Puncaknya pada Oktober kemarin mencapai 1039 kasus ISPA," terang Eka Viora Effendi.
Selain penderita ISPA, disampaikan Eka Viora Effendi juga ada masyarakat yang terpapar TBC dan Pneumonia. Untuk TBC perlu diteliti apakah akibat debu atau lainnya.
" Sedangkan Pneumonia atau penyakit yang menyerang paru-paru hingga Oktober 2025 tercatat sebanyak 30 penderita di Dumai Kota, 35 penderita di Sukajadi, 4 penderita di Laksamana dan 16 penderita di Rimba Sekampung," papar Eka Viora Effendi.
Mendengar pemaparan tersebut, Direktur Lembaga Penggiat Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LP2HP), Fatahudin SH tak mampu menyembunyikan amarahnya.
" Dari data yang ada, pembuktian apalagi yang diminta Pelindo terkait dugaan pencemaran lingkungan yang mereka lakukan. Ribuan warga terpapar ISPA maupun TBC dan penyakit Pneumonia yang menyerang paru-paru, ini sangat luar biasa," tegas Fatahudin, SH, Rabu (10/12/25).
Fatahudin mendesak pemerintah daerah agar memfasilitasi uji labor terkait pencemaran lingkungan yang terjadi dan mengancam kesehatan maupun keselamatan warga.
" Kita sudah suarakan hal ini sejak awal. Ada peningkatan penyakit ISPA, TBC dan lainnya yang dialami warga di Ring 1 Pelindo Dumai. Dampak pencemaran lingkungan sangat bahaya, tapi kita tidak sadar. Kami minta Pemko lakukan uji labor untuk tanah, air dan udara di Kota Dumai," tegas Fatahudin.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota Dumai menegaskan dukungan penuh terhadap perjuangan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan (ARUK) dalam menyikapi isu-isu lingkungan, terutama terkait dugaan pencemaran dan kerusakan ekologi di Kawasan Pelindo Dumai.
Dukungan itu disampaikan langsung oleh Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto saat menerima rombongan ARUK, Rabu (10/12/25) mulai pagi hingga menjelang siang tadi di Gedung Wan Dahlan Ibrahim Komplek Pendopo Sri Bunga Tanjung Kota Dumai.
" Kami menyampaikan ucapan terimakasih. Program yang sedang dijalankan pemerintah saat ini nyambung dengan pergerakan ARUK. Penanggulan banjir atau pasang rob masuk skala prioritas. Kita akan segera panggil Pelindo, dan kami akan sampaikan hasil pertemuan kita hari ini," ujar Wakil Walikota Dumai, Sugiyarto dihadapan Aliansi Rakyat Untuk Keadilan, Rabu (10/12/25).
Saat pertemuan Wakil Walikota Sugiyarto didampingi Kepala Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang Muhammad Mufarizal, Kepala Dinas PUPR Riau Satrya Alamsyah, Sekretaris Dinas Kesehatan Eka Viora Effendi, Sekcam Dumai Kota Indra, Kepala Puskesmas Dumai Kota dr Nia Arandita, serta para lurah dan staf pemerintah lainnya.
Sugiyarto pada kesempatan itu juga menegaskan pihaknya akan menyampaikan hasil pertemuan bersama ARUK kepada Walikota Dumai, dan akan melibatkan seluruh OPD terkait lain untuk menindaklanjutinya.
" Ini juga akan segera kita laporkan kepada Pak Wali. Keberadaan kawasan perusahaan tidak boleh memberikan dampak buruk terhadap masyarakat dan lingkungan. Kehadiran perusahaan sangat kita butuhkan, tapi tentunya perlu keseimbangan agar tidak ada yang dirugikan. Kita siap mendukung penuh perjuangan ARUK," tegas Sugiyarto.
Ditambahkan Sugiyarto, data maupun fakta lapangan berdasarkan temuan ARUK saat Turlap bersama DPRD Dumai sangat bermanfaat guna menyiapkan langkah strategis ke depan. Pengalihfungsian anak sungai dan penyempitan saluran air di Kawasan Pelindo Dumai harus menjadi perhatian serius dan dicarikan solusi terbaik.
" Kapan perlu kita tekankan, perusahaan yang menyelesaikan persoalan itu, atau pemerintah yang menurunkan alat untuk menjebol saluran air bermasalah di Pelindo. Kita akan koordinasi dengan Pak Wali, jika diperintahkan langsung kita eksekusi," tegas Sugiyarto.
Pada kesempatan itu, Kepala Dinas PUPR Dumai, Riau Satrya Alamsyah atau akrab disapa dengan panggilan Rio menyampaikan momen perjuangan ARUK sejalan dengan upaya pengendalian banjir yang sedang dilaksanakan.
" Selama ini kita kesulitan untuk masuk ke kawasan Pelindo. Saya pikir perjuangan ARUK ini momen yang sangat pas. Terutama menyangkut box culvert, drainase yang kecil dan saluran air yang berada di bawah bangunan pabrik, gudang atau tanki timbun. Kita akan segera duduk bersama Pelindo, dan nanti hasilnya akan kita informasikan kepada ARUK," ujar Rio, Kadis PUPR Dumai.
Sementara Kadis Pertanahan dan Penataan Ruang, Muhammad Mufarizal atau akrab disapa dengan panggilan Farid menyampaikan dalam revisi RTRW 2025-2045 yang sedang dibahas juga memasukkan usulan pengembalian fungsi sungai.
" Tidak hanya yang berada di Kawasan Pelindo, namun juga termasuk keseluruhan sungai yang sebelumnya ada di Dumai. Kita minta dukungan juga dalam penyusunan yang sedang kita lakukan untuk kepentingan revisi RTRW," ungkap Farid, Kadis Pertanahan dan Penataan Ruang Kota Dumai.
Lebih lanjut disampaikan Farid, pihaknya sedang menghimpun data, termasuk menemui orang-orang tua yang mengetahui sejarah keberadaan sungai di Dumai.
" Kita akan laporkan kepada Pak Wali, dan sekaligus menyurati Pelindo terkait hilangnya Pulau Ancak. Kapan perlu kita surati KKP jika terbukti ada persoalan di lapangan. Untuk revisi RTRW, kami juga akan menyurati LHK," papar Farid.
Sebelumnya Koordinator ARUK, Riski Kurniawan, ST, MIP saat membuka pembicaraan menyampaikan pertemuan ARUK bersama Pemko Dumai dilakukan ditengah duka dan bencana yang dialami 3 provinsi di Sumatera.
Bencana yang terjadi diakibatkan ulah dan keserakahan manusia. Seenaknya merusak alam dan meluluhlantakkan lingkungan. Bencana juga tidak tertutup kemungkinan terjadi di Dumai jika pemerintah abai terhadap kasus-kasus lingkungan.
" Kami berharap pertemuan hari ini bisa melahirkan sebuah legacy yang akan dikenang di belakang hari. Policy masa lalu, yang kurang arif dalam persoalan lingkungan, hendaknya tidak terulang kembali. Sejumlah kawasan industri, harus benar-benar dikaji dampak lingkungannya. Termasuk Pelindo yang menutup 5 anak sungai, dan dampaknya baru dirasakan hari ini," ujar Riski Kurniawan.(*)
Penulis
: Faisal Sikumbang
Editor
: Administrator
Tags
Berita Terkait
6 Sekretaris Dinas Dilantik Walikota Dumai Sore Ini
Pemko Dumai Bahas Kasus Lingkungan Pelindo Bersama Aruk Besok Pagi
Malam Ini, Buya Yahya Tabligh Akbar di Dumai Islamic Center
Peredaran Narkoba Mulai Merambah Kawasan Perusahaan di Dumai
Pemko Dumai Raih Penghargaan SIGA Tahun 2023
Komentar