Warganet Tuding Pelayanan RSUD Dumai Mengecewakan, M Rizul Efendi MKes: Kita Tidak Pernah Melantarkan Pasien
Administrator - Jumat, 20 Januari 2023 11:24 WIB
tanjakberita.com -Buruknya pelayanan kesehatan yang di berikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai ke masyarakat berimbas pada kritik dan hujatan yang dituju kepada Walikota Dumai sebagai orang nomor satu. Ramai warganet mengingatkan akan janji politik sang pemimpin pada saat pilkada lalu.
Hal itu mencuat setelah ramainya warga mengeluhkan kekosongan obat yang tersedia di apotik RSUD sehingga warga harus mencari keluar. Harusnya, pasien bisa mendapatkan obat secara gratis dari tanggungan BPJS yang sudah mereka bayar setiap bulannya dengan harga yang mahal.
Bukan tanpa alasan, warganet mencurahkan kekecewaan mereka dari pengalaman yang mereka rasakan saat mendapat pelayanan dari RSUD kebanggan masyarakat Dumai tersebut.
Sebagaimana diungkapkan pemilik akun, @Ghofur mengisahkan saat orang tuanya dirawat tidak mendapatkan stok obat dari RSUD hingga harus membeli keluar hingga almarhum ayahnya meninggal dunia.
"Umah sakit gratis obatnyo jiko obatnyo tidak ado di apotik umah sakit beli di apotik luwo umah sakit, Itulah yang kami rasokan sampai almarhum orang tuo kami meninggal," tulisnya di kanal komentar facebook beberapa pekan lalu.
Keluhan terhadap RSUD tidak terlepas dari pengelolaan managemen dan perangkat pemerintah yang notabene sebagai pelayanan untuk masyarakat. Sehingga Walikota terkena imbas dari kekesalan para keluarga pasien tersebut.
"Buat yang mengeluh dengan BPJS dan juga pelayanan RSUD minta sama walikota Dumai terpilih itu, minta janji-janjinya pada saat pilkada. Walikota Dumai pernah menjabat di Dinas Kesehatan, kemana tanggung jawab walikota Dumai itu, kok dibiarkan," ujar pemilik akun @Andre menyambut komentar warganet lainnya.
Humas RSUD Kota Dumai Rizul Efendi MKes kepadatanjakberita.commengatakan, bahwa pelayanan untuk masyarakat yang menggunakan BPJS tetap dilayani seperti biasa. Terkait permasalahan keributan keluarga pasien di RSUD beberapa waktu lalu, tidak benar sama sekali.
Buruknya kinerja pelayanan di RSUD Dumai yang seolah tidak berkesudahan dinilai tidak sejalan dengan janji dan visi misi Walikota Dumai H Paisal, SKM, Mars. Pasalnya dalam janji politik pada Pilkada 2020 lalu pasangan PAS ini selalu menyuarakan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan maksimal hingga pengobatan gratis bagi masyarakat tidak mampu.
Hal itu mencuat setelah ramainya warga mengeluhkan kekosongan obat yang tersedia di apotik RSUD sehingga warga harus mencari keluar. Harusnya, pasien bisa mendapatkan obat secara gratis dari tanggungan BPJS yang sudah mereka bayar setiap bulannya dengan harga yang mahal.
Bukan tanpa alasan, warganet mencurahkan kekecewaan mereka dari pengalaman yang mereka rasakan saat mendapat pelayanan dari RSUD kebanggan masyarakat Dumai tersebut.
Sebagaimana diungkapkan pemilik akun, @Ghofur mengisahkan saat orang tuanya dirawat tidak mendapatkan stok obat dari RSUD hingga harus membeli keluar hingga almarhum ayahnya meninggal dunia.
"Umah sakit gratis obatnyo jiko obatnyo tidak ado di apotik umah sakit beli di apotik luwo umah sakit, Itulah yang kami rasokan sampai almarhum orang tuo kami meninggal," tulisnya di kanal komentar facebook beberapa pekan lalu.
Keluhan terhadap RSUD tidak terlepas dari pengelolaan managemen dan perangkat pemerintah yang notabene sebagai pelayanan untuk masyarakat. Sehingga Walikota terkena imbas dari kekesalan para keluarga pasien tersebut.
"Buat yang mengeluh dengan BPJS dan juga pelayanan RSUD minta sama walikota Dumai terpilih itu, minta janji-janjinya pada saat pilkada. Walikota Dumai pernah menjabat di Dinas Kesehatan, kemana tanggung jawab walikota Dumai itu, kok dibiarkan," ujar pemilik akun @Andre menyambut komentar warganet lainnya.
Humas RSUD Kota Dumai Rizul Efendi MKes kepadatanjakberita.commengatakan, bahwa pelayanan untuk masyarakat yang menggunakan BPJS tetap dilayani seperti biasa. Terkait permasalahan keributan keluarga pasien di RSUD beberapa waktu lalu, tidak benar sama sekali.
"Tidak ada keributan. Cuma salah pemahaman saja. Waktu itu, keluarga pasien minta rujukan ke salah satu rumah sakit di Pekanbaru. Kita sudah memberikan surat rujukan. Namun pihak keluarga pasien salah pemahaman, hingga terjadi dis komunikasi. Tidak ada pasien yang kami lantar 11 jam. Itu sama sekali tidak benar. Kita tidak pernah melantarkan pasien. Semua pasien sama kita rawat disini, baik itu BPJS maupun rawat umum," ungkap Nizul Efendi.***
Penulis: Fitri
Editor: Mustafa Kamal
Penulis
: Administrator
Editor
: Administrator
Tags
Berita Terkait
Petugas Kebersihan DLHK Kabupaten Pelalawan Terus Bersinergi Menjalankan Tugas
Taman Ruang Terbuka Hijau Di Jalur Pedestarian Jalan HR Soebrantas Dumai Dibangun
KLHK: Pengusaha Sawit "Di Kawasan Hutan" Diminta Tuntaskan Izin Sebelum 2 November 2023
Pantai Pulau Rupat Utara Surga Tersembunyi di Selat Melaka
Sawit Dituding Jadi Perusak Lingkungan
Ngeri!!! Seekor Harimau Sumatera Berkeliaran di Kota Siak
Komentar