BBM Solar langka Di Panipahan, Mahasiswa Protes
Administrator - Kamis, 31 Agustus 2023 22:50 WIB
Mahasiswa dan warga protes soal kelanggengan BBM Solar
tanjakberita.com, PANIPAHAN- Himpunan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pasir Limau Kapas Pekanbaru protes atas fenomena Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar yang kian langka di Panipahan, Rokan Hilir (Rohil).
Protes himpunan pemuda dan mahasiswa ini disampaikan kepada Camat Pasir Limau Kapas dan instansi lainnya, hari ini, Kamis (31/8/2023) berlangsung sekitar pukul 15.00 Wib.
Menurut mahasiswa itu, akibat kelangkaan BBM subsidi jenis solar tersebut mengakibatkan nelayan Panipahan tidak dapat melaut untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
"Kelangkaan BBM subsidi jenis Solar di daerah ini patut dipertanyakan dan perlu perhatian serius aparat terkait maupun pihak Pertamina", pungkas mahasiswa itu sembari menyebut bahwa kelangkaan BBM itu merupakan persoalan seriu karena menyangkut kebutuhan para nelayan di daerah itu.
Atas kelangkaan BBM jenis Solar di Panipahan, sejumlah masyarakat serta mahasiswa bermusyawarah untuk menemui instansi terkait guna mempertanyakan soal kelangkaan BBM subsidi jenis solar tersebut dengan mencoba menemui dan membicarakannya kepada Camat Pasir Limau Kapas, Suwarno, S.Kom, M.IP.
Pantauan media ini, masyarakat dan mahasiswa menyampaikan protesnya soal keresahan warga masyarakat di Panipahan atas kelangkaan BBM jenis Solar itu kepada Camat Suwarno, S.Kom. M.IP.
Saat masyarakat dan mahasiswa menyampaikan protesnya, Camat Suwarno di dampingi oleh utusan dari Dinas Perikanan Rokan Hilir, Endang S.Pi dan dari Dinas Disperindag Rohil, Delta, juga ada utusan SPBU PT MAJU JAYA di wakili kh Anto serta pihak SPBU PT BUMI ROKAN SEJAHTERA dihadiri Billy.
Rozi, Ketua HPPMP Pekanbaru dalam pertemuan itu protes hingga mempertanyakan soal BBM yang semakin langka di Panipahan.
"Mengapa kuota BBM subsidi jenis solar untuk nelayan Pasir Limau Kapas sekarang sangat jauh berkurang dari biasanya, atau apakah berkurangnya BBM jenis solar karena ada permainan dengan oknum tertentu", ujar Rozi bertanya.
Menurut Rozi, semula kota BBM subsidi jenis Solar untuk wilayah Pasir Limau Kapas 475.000 kilo liter namun turun drastis menjadi 285.000 kilo liter.
"Kemana dialihkan sisa kota BBM subsidi jenis solar yang seharusnya untuk wilayah Pasir Limau Kapas", imbuh Rozi kembali bertanya dihadapan Camat maupun kepada instansi terkait.
Sementara itu, Umar (48), mewakili nelayan juga menyampaikan protesnya kepada Camat Panipahan, Suwarno.S.Kom,M.IP dan kepada instansi terkait atas kelangkaan BBM jenis Solar di daerah itu.
Kepada Camat maupun instansi terkait di daerah itu berharap agar segera mengatasi soal kelangkaan BBM tersebut mengingat BBM jenis solar merupakan kebutuhan yang sangat penting untuk menunjang aktivitas para nelayan mencari nafkah di laut.
Dalam kesempatan itu, Umar pun bertanya apakah BBM subsidi jenis Solar di SPBU PT Bumi Rokan Sejahtera dan SPBU Maju Jaya sebagai penyalur BBM subsidi jenis solar di daerah tersebut apakah di jual ke pengusaha lain bukan untuk nelayan, tanya Umar.
Menurut Umar, disampaikannya pertanyaannya ke pihak SPBU tersebut karena dia melihat langsung di SPBU PT Bumi Rokan Sejahtera maupun di SPBU PT MINA JAYA terjadi pengalihan dari jeregen pembeli di SPBU ke jerigen yang bukan nelayan di area SPBU.
"Ini alasan kami mempertanyakan kenapa terjadi kelangkaan BBM jenis solar di darah ini", tanya Umar lagi.
Informasi yang beredar, Korlap HPPMP Pekanbaru, Alwi Shihab, mengatakan justeru ada 1 (satu) orang nelayan di daerah itu bisa memiliki banyak rekomendasi sebagai syarat untuk dapat membeli minyak solar subsidi di SPBU yang ada di Pasir Limau Kapas.**
Penulis
: Administrator
Editor
: Aston Tambunan
Tags
Berita Terkait
Pemuda Pancasila dan Grib Jaya Siap Amankan Kota Dumai
Mantan Ketua HMI Dumai dan Istri Dimakamkan di Bathin Solopan Duri XIII
Raup Retribusi PAD Melebihi Target Dari Sektor Pariwisata
Satu Mahasiswa Politeknik Caltex Riau Tenggelam di Sungai Kampar
Bupati Rohil Dilaporkan Kasus Penipuan Rp 3,2 M, Hipemarohi Minta APH Usut Tuntas
Komentar