Warga Panipahan Minta Pertamina Tertibkan Penjualan BBM Pertalite di SPBU Mina Jaya Dan Bumi Rokan Sejahtera
Administrator - Rabu, 16 Agustus 2023 17:38 WIB
tanjakberita.com, PANIPAHAN- Sejumlah warga Kecamatan Pasir Limau Kapas dan Kota Panipahan mengeluhkan soal kondisi BBM Pertalite di SPBU PT Mina Jaya dan SPBU PT Bumi Rokan Sejahtera yang selalu kondisi habis.
Dimana daerah Panipahan merupakan kota terapung. Untuk kendaraan bebagai merek di daerah ini cukup aktif bergerak di daratan kota Panipahan sekitarnya tentunya membutuhkan asupan BBM Pertalite.
Untuk daerah ini, sumber minyak subsidi untuk kendararaan roda dua di wilayah kecamatan Pasir Limau Kapas dan kota Panipahan di tanggulangi oleh SPBU PT Mina Jaya dan PT Bumi Rokan Sejahtera.
Proses pengantaran minyak subsidi Pertalite kepada kedua SPBU ini adalah melalui laut dengan memakai kapal Tanker Mini dari depot PT Pertamina Dumai menuju Panipahan.
Sebagaimana dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2023 lalu SPBU PT Mina Jaya, Jln. Udang desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas Panipahan memasok BBM jenis Pertalite dengan kapasitas 10 ton.
Akan tetapi kemudian diketahui dalam sekejap saja atau tidak sampai 24 jam minyak subsidi jenis Pertalite di SPBU PT Mina Jaya ini habis terjual.
Akibatnya sejumlah warga yang membutuhkan minyak Pertalite untuk kendaraannya tidak dapat lagi di isi di SPBU tersebut karena sudah keburu habis padahal BBM baru dipasok dari Dumai, ini tentunya patut dipertanyakan, ujar sumber kepada media ini.
Wawan, salah seorang karyawan SPBU PT Mina Jaya menyebut minyak Pertalite subsidi di SPBU tersebut tidak ada pembatasan dijual bagi pembeli.
"Bagi masyarakat Panipahan yang punya uang boleh membeli minyak subsidi jenis Pertalite sebanyak-banyaknya", ujar Wawan.
Terkait BBM Pertalite yang begitu cepat-cepat habis di SPBU PT Mina Jaya dikeluhkan warga yang membutuhkan minyak dari SPBU tersebut termasuk sejumlah pemotor lainnya.
Tidak seperti Jn, salah seorang along-along yang enggan namanya dipublikasi diketahui dirinya dapat membeli BBM Pertalite dari SPBU dimaksud dengan jumlah banyak.
Dalam setiap kali BBM Pertalite masuk ke SPBU dimaksud Jn diketahui dapat membeli 1.000 liter sampai 3.000 liter.
Sementara berbeda dengan HB dan R.Roni ketua Ojek serta rekan-rekannya sesama ojek di Panipahan yang mengaku sebagai pekerjaan utamanya mengojek untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mengeluh soal kondisi BBM Pertalite di kedua SPBU.
Mereka mengeluhkan soal sering mereka tidak dapat membeli minyak subsidi Pertalite di kedua SPBU itu.
"Ketika kita datang hendak membeli minyak ke SPBU PT Mina Jaya maupun SPBU PT Bumi Rokan Sejahtera, pengelola menyebut alasan sudah", ujar awak ojek itu.
Oleh karena itu, menyikapi kondisi di kedua SPBU tersebut, warga masyarakat setempat meminta pemerintah melalui Perusahaan Negara di bawah naungan BUMN agar juga memperhatikan kesulitan mendapatkan minyak Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari mereka.
Mereka berharap agar memberi subsidi minyak jenis Pertalite terutama masyarakat yang kurang mampu seperti masyarakat berprofesi ojek bukan bagi masyarakat yang sanggup membeli minyak subsidi jenis Pertalite 1.000 liter sampai 3.000 liter.
Harapan para masyarakat yg pekerja ojek seperti Roni dan kawan-kawannya agar pemerintah melalui PT PERTAMINA untuk melakukan penertiban dalam pemasaran minyak subsidi jenis Pertalite agar tepat sasaran sehingga warga yang kurang mampu dapat terbantu.**
Penulis
: Administrator
Editor
: Aston Tambunan
Tags
Berita Terkait
Warga Rokan Hilir Apresiasi PLN Hadir Di Daerah Terpencil, Sebanyak 330 Keluarga Nikmati Listrik 24 jam
Warga Panipahan Minta Pemda Rohil Perbaikan Jembatan Rusak
Terjerembab Hukum Akibat Kasus Sabu 14 Paket, Dua Warga Lubuk Gaung Dibekuk Polres Dumai
Aliansi Melayu Dumai Gelar Aksi Damai Tolak Relokasi Rempang-Galang
Hasil Tani Dan Dagangan Terhambat Keluar, Warga Minta Pemko Dumai Gesa Pembetonan Jalan Batu Bintang, Ini Penjelasan PUPR
SADIS! Mayat Wanita Yang Dibuang Di Parit Ternyata Dibunuh Anak Dan Suami Korban
Komentar