Walikota Dumai Martil Baru Perjuangan Provinsi Riau Pesisir
Roh pembentukan Provinsi Riau Pesisir sebenarnya
sudah hadir sejak lama. Semula namanya adalah Provinsi Bengkalis, yang digagas
oleh sejumlah tokoh saat kepemimpinan H Wan Syamsir Yus sebagai Walikota Dumai.
Pergerakan itu hanya berselang beberapa bulan dengan perjuangan pembentukan
Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Salah seorang inisiator pergerakan kala
itu, Ahmad Maritulius, SE menyampaikan semangat pemekaran provinsi itu sudah
lahir sejak lama. Sejumlah tokoh memiliki pemikiran sama untuk mewujudkan
percepatan pembangunan kawasan pesisir di Provinsi Riau. Apalagi, saat itu
kondisi pembangunan daerah pesisir Riau seperti di anak tirikan.
" Kalau tidak salah, 6 bulan
setelah perjuangan Provinsi Kepri di gaungkan, kita dari Dumai juga menyuarakan
hal yang sama. Namanya Provinsi Bengkalis. Sejumlah tokoh dari daerah eks
Bengkalis (pasca pemekaran daerah) juga memberikan dukungan. Pergerakan ini
mendapat dukungan dari Pak Wan Syamsir yang saat itu menjabat sebagai Walikota
Dumai," ungkap Ahmad Maritulius, pemilik koran Harian Riau Pesisir ini.
Dalam perjalanan, Provinsi Kepri
akhirnya terwujud dan perjuangan Provinsi Bengkalis meredup. Lepasnya Kepri
saat itu, menutup peluang lahirnya provinsi pemekaran baru. Tidak ada lagi
pembahasan, dan masing-masing tokoh larut dengan kesibukan. Kalaupun ada
pembicaraan, itu hanya dilingkup ruang kecil.
" Menjelang momen Pemilihan
Gubernur Riau (Pilgubri) tahun 2013, perjuangan pembentukan provinsi kembali
disuarakan. Namun namanya tidak lagi Provinsi Bengkalis, tapi berganti menjadi
Provinsi Riau Pesisir. Saat itu langkah perjuangan dibahas di Hotel Tasia Ratu
Dumai," jelas Ahmad Maritulius.
Diantara yang disepakati, sebagaimana disampaikan
Ahmad Maritulius, yakni saatnya mencari sosok yang berasal dari wilayah pesisir
untuk menjadi Gubernur Riau. Salah satu yang tampak adalah H Annas Maamun yang menjabat
sebagai Bupati Rokan Hilir.
" Pak Annas kita nilai sangat layak
dan pantas. Kita kemudian membangun propaganda, salah satunya melalui Harian
Riau Pesisir, media cetak yang saya punya. Alhamdulillah, Pak Annas akhirnya bersedia
mencalonkan diri dan terpilih sebagai Gubernur Riau," ujar Ahmad
Maritulius mengenang masa perjuangan saat itu.
Saat menjabat Gubernur Riau, H Annas
Maamun memberikan perhatian besar untuk pembentukan Provinsi Riau Pesisir. Pada
tahun pertama kepemimpinannya, Provinsi Riau Pesisir langsung masuk dalam salah
satu agenda prioritas utama.
Mantan Ketua DPRD Provinsi Riau, H Johar
Firdaus dikutip dari mapikornews.com mengatakan semenjak dilantik sebagai
Gubernur Riau, keinginan Annas Maamun untuk memekarkan wilayah dan membentuk
Provinsi Riau Pesisir sangat kuat. Annas yang saat itu juga menjabat sebagai
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Riau ngotot keinginan tersebut mesti
dilaksanakan.
Komitmen Gubernur Riau H Annas Maamun
itu, dikatakan Ahmad Maritulius menambah energi semangat perjuangan. Selaku
salah seorang inisiator pergerakan, pihaknya kembali mengundang dan
mengumpulkan sejumlah tokoh untuk membahas persiapan pembentukan Provinsi Riau
Pesisir.
" Pertemuan kita lakukan di lantai
II Hotel Grand Zuri Dumai. Sikap Gubernur Riau itu membuat kita kembali
bersemangat. Apalagi kita dengar sudah dibahas di DPRD Riau," ujar Ahmad
Maritulius.
Pada sisi lain, Ketua DPRD Riau H Djohar
Firdaus mengatakan persetujuan atas pemekaran provinsi baru diputuskan secara
aklamasi oleh 55 anggota dewan yang hadir. Keputusan dalam sidang paripurna
tersebut akan dibawa ke DPR dan pemerintah pusat.
" Kemarin sudah disetujui secara
aklamasi oleh 55 anggota DPRD Riau untuk memberikan rekomendasi pembentukan
Provinsi Riau Pesisir. Tuntutan pemekaran ini sebenarnya sudah lama, hanya saja
baru belakangan ini segala legalitas formalnya kita dapatkan dari bupati dan
DPRD masing-masing wilayah pemekaran tersebut," kata Djohar kepada
detikcom, Jumat (05/09/2014) silam.
Provinsi Riau Pesisir akan meliputi 5
kabupaten yang ada. Yaitu terdiri Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir (Rohil),
Siak, Kepulauan Meranti, dan Dumai. Letak geografis kelima kabupaten itu berada
di tepian semenanjung pantai timur Sumatera.
"Dari lima kabupaten itu, 4 di
antaranya bupati dan DPRD sudah memberikan surat persetujuan kepada DPRD Riau.
Hanya Bupati Bengkalis yang belum memberikan dukungan. Namun pada prisipnya
bupati sudah setuju dan akan segera memberikan surat dukungan. Sedangkan untuk
DPRD Bengkalis sudah merekomendasikan persetujuan provinsi baru itu," kata
Djohar.
Tahapan selanjutnya, persetujuan DPRD
Riau itu diteruskan ke Gubernur Riau yang akan mengeluarkan surat rekomendasi
pembentukan provinsi baru tersebut.
" Langkah selanjutnya, dewan akan
membawa rekomendasi dari DPRD dan Gubernur Riau ke Komisi II DPR RI. Setelah
itu barulah diajukan kembali ke Pemerintah Pusat," terang Djohar.
Hanya saja, ditengah perjuangan yang sedang
dilakukan, Gubernur Riau H Annas Maamun tersandung kasus hukum. Dirinya
terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK).
Mulai saat itu, pembicaraan tentang
Provinsi Riau Pesisir juga tenggelam. H Annas Maamun sibuk menjalani
pemeriksaan hingga akhirnya dicopot dari jabatan Gubernur Riau. Usai menjalani
hukuman di Penjara Suka Miskin, Provinsi Riau Pesisir sempat kembali
disuarakannya.
" Ini Provinsi Riau Pesisir jadi
Pak, yakinlah. Saya targetkan tiga bulan lagi jadi Provinsi Riau Pesisir, betul
Pak, sebab, saya kenal orang itu," kata Annas di rapat paripurna HUT Rokan
Hilir, Minggu (04/10/2020) silam.
Namun karena tak lagi berkuasa, pernyataan
H Annas Maamun seperti tak kuat pengaruhnya. Gerakan pembentukan Provinsi Riau
Pesisir mati suri dan layu sebelum berkembang. Kini, pasca pesan terbuka yang
disampaikan Walikota Dumai, H Paisal, SKM, MARS kepada Capres Anies Baswedan, akhirnya
kembali memunculkan harapan.
" Walikota Dumai H Paisal, SKM, MARS
menjadi harapan baru untuk mewujudkan perjuangan yang tertunda. Ini harus kita
dukung bersama, karena Provinsi Riau Pesisir impian kita sejak lama," ujar
Ahmad Maritulius.
Dukungan juga datang dari Ketua Komisi I
DPRD Riau, Eddy A Mohd Yatim, SSos, MSi yang memberikan penilaian positif
kepada Walikota Dumai H Paisal, SKM, MARS yang kembali menyuarakan Provinsi
Riau Pesisir. Apalagi apa yang menjadi impian besar masyarakat pesisir itu
sudah lama terkubur.
" Kita butuh pemikiran besar untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan pesisir. Apa yang menjadi
keinginan Walikota Dumai itu harus kita dukung bersama. Hendaknya ini juga bisa
menjadi perhatian dari kepala daerah lainnya yang ada di wilayah pesisir
Riau," ujar Eddy A Mohd Yatim, anggota DPRD Riau dari Dapil Dumai,
Bengkalis dan Meranti ini.(***)
Wakil Walikota Sugiyarto Pantau Distribusi Minyakita di Dumai
Selamat Menjalankan Amanah H Paisal-Sugiyarto
Walikota Dumai H Paisal Hadiri Kegiatan di Mapolda Riau
Kinerja luar Biasa, H Paisal Layak Lanjutkan Periode Kedua
Moral dan Spiritual Modal Kepemimpinan H Paisal