Renca Diberangkatkan Ke Malaysia Lewat Jalur Ilegal, 31 Calon PMI Diamankan Lanal Dumai
Administrator - Senin, 21 Agustus 2023 19:26 WIB
tanjakberita.com, DUMAI - Rencana akan diberangkatkan ke negara jiran Malaysia lewat jalur ilegal, namun 31 calon PMI ini berhasil digagalkan dan diamankan pihak Lanal Dumai, Sabtu (19/8/2023) sekitar pukul 13.00 wib.
Tim Gabungan F1QR Lanal Dumai dan Satgas OpsIntelmar Gurindam Sakti-23 Koarmada I, berhasil menggagalkan 31 calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal setelah pihak Lanal Dumai memperoleh informasi terkait adanya rencana keberangkatan calon PMI ke Malaysia.
Hal ini disampaikan Komandan Lanal (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Kariady Bangun, kepada media saat acara konferensi pers dilakukan di Gedung Wijaya Kusuma, Mako Lanal Dumai Jl. Yos Soedarso, No. 1 Kota Dumai, hari ini, Senin (21/8/2023).
Danlanal Dumai memaparkan, bahwa dalam tahun 2023 pihaknya (Lanal) Dumai sudah 4 (empat) kali melakukan pencegahan atau penggagalan rencana pengiriman calon PMI ilegal ke Malaysia termasuk penangkapan terhadap pelaku dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan baru kali ini pihaknya menggagalkan terbanyak calon PMI ilegal.
"Hari ini adalah jumlah calon PMI ilegal yang terbanyak digagalan rencana keberangkatan ke Malaysia", ujar Danlanal.
Dijelaskan Danlanal, bahwa 31 calon Pekerja Mingran Indonesia (PMI) dari berbagai daerah itu merupakan korban dari pihak oknum agen yang mengurus maupun tekong.
Rencana keberangkatan calon PMI ilegal berhasil digagalkan, menurut Danlanal bermula setelah pihak Lanal Dumai memperoleh informasi dari agen lanal Dumai bahwa adanya rencana pemberangkatan PMI secara ilegal menuju Malaysia, pada Rabu 16 Agustus 2023 lalu.
Informasi, para calon PMI direncanakan berangkat melalui pesisir Sepahat sampai dengan Tanjung Leban Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, pada titik koordinat 1°37'28"N 101°48'08"E.
Mengetahui hal tersebut maka Danlanal Dumai pun memerintahkan Tim F1QR Lanal Dumai dan Satgas Opslntelmar Gurindam Sakti 23 Koarmada I untuk melakukan pendalaman dan tim Gabungan pada pukul 13.30 wib, bergerak menuju titik lokasi yang diduga sebagai camp pemberangkatan calon PMI secara ilegal.
Selanjutnya tim melaksanakan penyisiran, pemantauan dan pengintaian ke dalam hutan Bakau hingga ke bibir pantai Sepahat Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Dan pada pukul 16.35 Wib, Tim Gabungan menemukan diduga calon PMI ilegal yang sedang berkumpul di camp tepatnya di pinggir pantai Sepahat, Kabupaten Bengkalis, sedang menunggu diberangkatkan menuju Malaysia menggunakan speed boat.
Atas temuan tersebut, tim gabungan pun melakukan pemeriksaan kepada semua calon PMI tersebut hingga digagalkan untuk berangkat.
Dijelaskan Danlanal, jumlah calon PMI yang berhasil digagalkan rencana keberangkatannya ke Malaysia sebanyak 31 orang, terdiri dari laki-laki 15 orang, perempuan 15 orang dan 1 anak kecil.
"Berdasarkan pemeriksaan dan pengecekan terhadap calon PMI beserta barang-barang bawaannya belum ditemukan barang/benda ilegal (berbahaya) lainnya" imbuh Danlanal.
Danlanal Dumai, Kariady Bangun, didampingi Pasintel Mayor Kamaluddin dan turut didampingi Danden POMAL, Mayor James Siahaan, mengatakan, bahwa 31 calon PMI tersebut merupakan korban dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
"Mereka semua adalah korban sebagai Migran ke Malaysia. Mereka ini ada yang bertemu di terminal hingga dinaikkan dengan tumpangan online dan yang menghubungi mereka pun berbeda beda, jelas Danlanal.
Diakui Danlanal, para calon PMI yang rencana diberangkatkan ke Malaysia oleh oknum-oknum tekong ada yang membayar 4,5 juta, 5 juta bahkan 10 juta.
"Berbeda besar bayaran calon PMI dari Aceh maupun Aceh Selatan karena berbeda tekong yang menghubungi mereka", tandas Danlanal.
Sementara itu dijelaskan Danlanal, bagi calon 31 PMI tersebut tidak ada ditetapkan sebagai tersangka karena para calon PMI tersebut adalah sebagai korban dari oknum-oknum agen yang mengurus atau tekong yang hendak memberangkatkan para pekerja ilegal tersebut.
Atas keberhasilan TNI AL dalam menggagalkan pemberangkatan calon PMI ke Malaysia, Danlanal Dumai, Kariady Bangun, menyampaikan apresiasi terimakasih kepada anggotanya.
Keberhasilan tersebut kata Danlanal merupakan salah satu bentuk kesiapan dan kesiapsiagaan TNI AL dalam menghadapi berbagai ancaman tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di wilayah kerjanya.
Hal tersebut jelas Danlanal sesuai instruksi dari Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dalam acara konferensi pers hari ini, tampak dihadiri kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Provinsi Riau, Fanny Wahyudi Kurniawan dan Koordinator Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI), Kota Dumai, Humisar Saktipan Viktor Siregar.**
Penulis
: Aston Tambunan
Editor
: Aston Tambunan
Tags
Berita Terkait
Sepanjang 2025 Imigrasi Dumai Cegah Keberangkatan 1000 PMI Non Prosedural
Harumkan Kota Dumai, Kontingen Dumai Sabet Medali Emas Dan Perunggu Di Kejuaraan FORKI Riau Ke XII
PDAM Tirta Dumai Bersemai Benahi Pelayanan Air Bersih
Pelaksanaan Kemah Madrasah Ke VIII Se-Kabupaten Pelalawan Mengalami Perkembangan Pesat
KUA-PPAS APBD Kota Pekanbaru Tahun 2024 Disepakati Rp 2,8 Triliun
HEBOH! Jelang Pesta Nikah Adat Batak Pengantin Wanita Kabur
Komentar