VIRAL Video Dugaan Penculikan Anak SDN 19 Dumai, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Administrator - Kamis, 18 Januari 2024 21:20 WIB
VIRAL Video Dugaan Penculikan Anak SDN 19 Dumai, Ini Penjelasan Pihak Sekolah
Amrullah
tanjakberita.com, DUMAI- Video kasus penculikan anak sekolah dari SD Negeri 19 Jalan Paus, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, hari ini, Kamis (18/1/2024) beredar Viral berantai di WhatsApp group dan media sosial lainnya.

Terkait beredar video Viral soal kasus penculikan anak tersebut, media ini mencoba menyambangi pihak sekolah SD Negeri 19 di Jalan Paus Pangkalan Sesai, Dumai guna klarifikasi soal kebenaran isi Video, Kamis (18/1/2024).

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 19 Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Hj Ismamurni SPd.SD, melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Amrullah, kepada media ini membenarkan soal video yang Viral.

Amrullah pun turut menunjukkan kepada media ini soal kebenaran Video yang sempat Viral adanya penangkapan dan diamankannya seseorang diduga pelaku percobaan penculikan anak sekolah SDN 19 tersebut.

"Alkhamdulillah, hari ini sudah di amankan satu orang diduga tersangka, persis seperti ciri-ciri orang yang di sampaikan dari laporan orang tua siswa kemarin dan sudah diamankan oleh pihak kepolisian," jelas Amrullah.

Dijelaskan Amrullah, awalnya yang menangkap dan mengamankan seseorang oknum pelaku yang diduga akan melakukan penculikan anak SDN 19 tersebut adalah orang tua siswa yang menunggu anaknya pulang atau keluar dari sekolah tersebut.

Setelah diamankan, orang tua siswa menyerahkan ke Security sekolah hingga memboyong oknum ke ruangan guru hingga dikoordinasikan atau dilaporkan ke Babinkantibmas Polsek Dumai Barat.

Sebelum seseorang oknum yang dicurigai dibawa atau diserahkan ke Polsek Dumai Barat, pihak sekolah menurut Amrullah sempat menginterogasi oknum tersebut.

Kata Amrullah, dirinya (oknum) yang dicurigai dan dikuatirkan akan melakukan penculikan anak di lingkungan sekolah tersebut saat diinterogasi mengaku kalau dirinya disuruh oleh seseorang.

"Sebelum dibawa ke Polsek Dumai Barat, dia (oknum) sempat kami interogasi disini. Menurutnya dia di suruh orang utk membawa anak sekolah ketempat yg menyuruh dan kemudian mendapat upah, namun siapa yang menyuruh kami tidak mengetahui lagi karena oknum sudah diserahkan ke Polsek Dumai Barat", ujar Amrullah.

Amrullah juga mengakui, Polsek Dumai Barat yang datang ke sekolah tersebut ada melakukan konfirmasi atau bertanya terhadap 5 (lima) orang muridnya yang pernah diajak bonceng atau dibawa naik motor oleh oknum, namun kata Amrullah bahwa pengakuan siswa yang dikonfirmasi polisi ada orang atau oknum yang berbeda pernah mengajak bonceng diantara 5 anak murid tersebut atau bukan hanya oknum yang diamankan.

"Pengakuan 5 anak yang dimintai keterangan polisi bahwa pelaku ada yang lain yang sempat membonceng yang sempat membawa anak ke arah kota namun beda orang (pelaku)", terangnya.

Amrullah lebih jauh menjelaskan soal kronologi hingga seseorang atau oknum warga Jalan Dock Yeard yang diamankan berawal dari kekuatiran dan keresahan orang tua murid yang juga sudah dilaporkan ke pihak sekolah.

Sebelumnya oknum yang diketahui menggunakan Revo merah selalu menawarkan atau mengajak anak-anak mereka untuk dibonceng sehingga terkesan timbul prasangka seperti hendak melakukan penculikan anak mereka.

Oleh karena itu, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atas keluhan kekuatiran dan keresahan orang tua murid tersebut pihak sekolah sudah langsung koordinasi atau melaporkannya ke Polsek Dumai Barat.

"Atas laporan orang tua murid, kami langsung kordinasi dengan Babin Kamtibmas Polsek Dumai Barat pak Mustaqim, untuk mengambil langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi hal negatif", imbuh Amrullah.

Dan kemudian tepat hari ini, Kamis (18/1/2024), orang tua murid yang sudah menandai seseorang oknum yang pernah sebelumnya menawarkan atau mengajak anak sekolah untuk dibonceng oknum tersebut kembali muncul di luar pagar sekolah SDN 19 Jalan Paus sehingga orang tua murid dibuat semakin resah karena itu oknum diamankan oleh orang tua murid yang kebetulan seorang polisi.

Kepada media ini juga disampaikan Amrullah soal apa yang pernah dilaporkan orang tua siswa anaknya sempat naik dan kemudian lompat di jalan sebagaimana dialami Azm anak Kelas 5 SD sekolah tersebut.

"Kejadiannya saya lupa, namun orang tua melapor, anaknya sempat tarik-tarik tas dengan pelaku namun kerena anaknya berteriak dan kemudian diteriaki orang, korban lepas dan pelaku lari", jelas Amrullah.

Menurut Amrullah, atas laporan orang tua siswa kejadian sudah berulang kali namun yang menonjol hari Sabtu 13/1/2024 ketika si anak pulang sekolah jam 10 pagi ditawarin bonceng oleh seseorang masih di depan sekolah luar pagar.**

Penulis
: Aston Tambunan
Editor
: Administrator
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru